My Wishlist: All About Paris

Kali ini aku sedang tertarik dengan buku-buku bertema Paris, setelah kemarin jalan-jalan ke Gramedia dan melihat beberapa buku tentang Paris yang menggiurkan.

Paris My Sweet – Amy Thomas


Blurb
Amy Thomas, si penggila makanan manis dan penggemar segala sesuatu yang berbau Prancis, mendapatkan pekerjaan impian, yaitu meninggalkan Manhattan untuk bekerja di Paris sebagai penulis iklan untuk Louis Vuitton. Dalam gemerlap Kota Cahaya, Amy bekerja di kantor di Champs-Élysées, menjelajahi jalan-jalan cantik Paris, serta menjajal pâtisserie dan boulangerie—toko kue, roti, dan cokelat terbaik—di kota itu.

Namun, apakah jatuh cinta pada satu kota berarti meninggalkan kota yang lain? Sebesar apa pun kekaguman Amy akan Paris, ada bagian dirinya yang tetap merasa bagaikan kue chocolate chip bersahaja di tengah-tengah lautan macaron yang sempurna. PARIS, MY SWEET menunjukkan bahwa pencarian akan kebahagiaan bisa berlalu sekejap bak souffl é karamel asin, bisa begitu memuaskan bagai kue cokelat leleh, dan kehidupan yang kita jalani terkadang tidak sesuai dengan yang kita harapkan.

Buku ini setengahnya berisi surat cinta kepada Paris, setengahnya kepada New York. Namun di atas segalanya, PARIS, MY SWEET adalah peta harta karun bagi siapa pun yang dahaga akan kehidupan.

Lihat beberapa review di Goodreads menyampaikan kalau buku ini banyak membahas tentang makan manis di Paris. Sedangkan dari segi alur cerita, banyak juga yang bilang kalau buku ini nggak terlalu exciting. Saya sendiri sepertinya masih terpikat karena janji-janji (kue) manis yang ada di blurbnya.

Paris Letters – Janice Macleod


Blurb
Dalam kondisi lelah lahir batin, Janice mengajukan pertanyaan itu kepada dirinya sendiri sembari mencoret-coret gambar di notesnya. Ternyata jawaban pertanyaan itu tidak seheboh yang semula diduganya. Dengan sedikit hitung-hitungan dan keteguhan hati yang besar, Janice mulai hidup berhemat dan menabung untuk membiayai dua tahun hidup penuh kebebasan di Eropa.

Beberapa hari setelah menginjakkan kaki di Paris, Janice bertemu dengan Christophe, tukang daging tampan yang bekerja di dekat tempat tinggalnya—pria pujaan yang tak bisa berbahasa Inggris. Dengan campuran bahasa isyarat dan Franglais, kisah asmara mereka pun bersemi. Tak lama, Janice menyadari bahwa dia tidak akan bisa kembali ke kerja kantoran. Maka dia menyemai harapannya pada tiga hal yang dia cintai—kata-kata, lukisan, dan Christophe—demi mewujudkan akhir kisah cinta yang bahagia di Paris.

Rata-rata reviewer di Goodreads memberi bintang 4 atau 5 untuk buku ini. Dan sempat liat sneak-peek bukunya juga di akun Instagram Gramedia Pustaka Utama. Ada beberapa ilustrasi di dalam bukunya yang bikin makin mupeng.

Kemolekan Landak – Muriel Barbery


Blurb
Renee adalah penjaga gedung apartemen mewah di Paris. Di mata para menghuni apartemen, ia jujur, dapat diandalkan, dan tampak kurang berpendidikan – citraan yang sengaja ia tampilkan layaknya seorang penjaga gedung yang ideal. Tapi diam-diam Renee punya rahasia. Di balik tampilan luarnya, ia sangat pintar, menyukai seni dan budaya.

Beberapa lantai di atas kamar Renee, tinggallah Paloma Josse yang berusia 12 tahun. Gadis kecil ini tengah berusaha menghindar dari masa depan birjuisnya yang telah tertebak dan sedang merencanakan bunuh diri daat ia berumur 13 tahun nanti.

Pada satu titik Renee dan Palima bertemu dan terjadilah hal-hal yang tak terduga.
Kemolekan Landak karya Muriel Barbery telah berhasil mempesona negeri Prancis dengan jutaan eksemplar terbitnya dan sekarang internasional bestseller ini hadir untuk pembaca Indonesia.

Oke, dari segi judul, rasanya judul buku ini terdengar tak biasa, ya? Saya nggak bisa membayangkan landak yang molek itu seperti apa. Tetapi kalau lihat blurb-nya, sepertinya tidak membahas tentang seekor landak pun.  Entahlah.

Reviewer di Goodreads memberi bintang yang sangat kontras. Banyak yang hanya memberi satu bintang, tidak sedikit pula yang memberi bintang 5. Buku-buku seperti ini buat saya termasuk menantang. Saya jadi penasaran, kira-kira saya masuk golongan yang mana, hehehe.

The Little Paris Bookshop – Nina George

 
Blurb
Monsieur Perdu menyebut dirinya apoteker literatur. Dari toko buku apungnya di Sungai Seine, ia meresepkan novel-novel untuk membantu meringankan beban hidup. Sepertinya, satu-satunya orang yang tak mampu ia sembuhkan hanya dirinya sendiri; ia masih dihantui patah hari setelah kekasih hatinya pergi, meninggalkan surat yang tak pernah dibukanya.

Akhirnya Perdu tergoda untuk membaca surat tersebut, lalu ia angkat sauh dan berangkat ke Prancis Selatan demi berdamai dengan kehilangannya. Bersama pengarang yang sedang mengalami kebuntuan menulis serta chef Italia yang sedang gundah dirundung cinta, Perdu berlayar sembari membagi bagikan kebijaksanaanya, membuktikan bahwa buku dapat memulihkan jiwa manusia.

Bagi para pecinta buku, novel yang bercerita tentang buku adalah sesuatu yang sangat menarik. Saya juga tertarik dengan buku ini karena katanya banyak membahas buku. Tetapi sempat juga menemukan resensi yang menyatakan beberapa kekurangan dari buku ini yang membuat saya maju mundur ingin memiliki buku ini. Tetapi setelah dipikir-pikir, bolehlah membaca buku ini. Apalagi katanya buku ini banyak menyebutkan buku-buku lain.

Nah, itulah buku yang aku inginkan minggu ini. Bagaimana dengan kalian?





Komentar