Jumat, 24 Juni 2016

Personal Journal: My To Be Read List



Hai semua… seperti tahun-tahun sebelumnya, khusus di bulan Ramadhan, saya tidak memposting resensi karena memang sengaja tidak meluangkan waktu untuk membaca novel. Nah, tapi rasanya sayang juga kalau blognya sepi, jadi saya mau posting tentang aib timbunan saja, hehehe… Tujuannya supaya semangat dan terus ingat akan timbunan yang harus dibabat.


Nah, itu adalah sebagian timbunan yang saya punya. Kebanyakan timbunan baru. Timbunan lama ada beberapa yang nggak ikut difoto. 

  1. After You’d Gone, Maggie O’Farrell
Saya lupa kapan tepatnya saya tertarik dengan buku ini, dan kenapa. Seingat saya buku ini tentang kehilangan. Dan buku itu sebenernya berasal dari ebook yang saya cetak secara pribadi. Saking lamanya ebook itu ada di laptop saya, saya sampai lupa dapat filenya dari mana. Februari kemarin saya putuskan untuk mencetaknya karena kemungkinan besar nggak kunjung saya baca kalau masih berbentuk ebook.

  1. The Wonderful Adventure of Nils, Selma Largelof
Sama seperti After You’d Gone, buku ini juga berasal dari ebook yang saya cetak pribadi. Tertarik membaca buku ini setelah membaca karya-karya Astrid Lindgren dan jadi penasaran dengan penulis anak lainnya dari Swedia.

  1. Just One Year, Gayle Forman
Setelah membaca Just One Day, tentu penasaran banget dengan kelanjutan kisah Willem dan Allison. Sayangnya buku Just One Day yang saya punya adalah versi cetakan pertama, sehingga tidak bisa disandingkan dengan Just One Year. 

  1. Shadow and Bone, Leigh Bardugo
Membeli buku ini karena tergiur harga obral. Dan seingat saya, saya pernah membaca resensi yang mengatakan buku ini cukup menarik. Jadi, yah, kita lihat saja nanti. 

  1. Toriad, Ziggy Z.
Setelah membaca Lucid Dream, saya benar-benar tertarik dengan semua karya Ziggy, terutama karya-karya Fantasteen-nya. Namun sepertinya buku-buku tersebut sudah agak jarang ditemukan, (kecuali mungkin langsung memesan ke penulisnya). Jadi saat melihat Toriad, tanpa pikir panjang saya langsung ambil.

  1. Scappa Per Amore, Dini Fitria
Ini juga beli buku obralan, hehehe… Walau buku traveling sudah tidak terlalu ngehits seperti tahun-tahun sebelumnya, saya tetap penasaran dengan kisah-kisah perjalanan, apalagi kalau yang dikunjungi adalah daerah Eropa.

  1. The Beatrix Potter Collection (Vol. 1 & 2)
Dua buku in termasuk timbunan dari tahun lalu, yang harus saya baca tahun ini. Sejujurnya, selama bulan Ramadhan ini, kalau ada waktu senggang, saya kadang menyempatkan membaca buku ini. Tapi nggak terlalu lama durasi membacanya, dan sampai sekarang masih belum tamat, hehehe.



  1. Belabuh di Lind√łya, K. Fischer
Buku ini waktu itu sempat ngehits di beberapa blogger buku, dan saya sempat ikutan beberapa giveaway. Tapi masih belum beruntung, akhirnya beli sendiri deh, hiks… Habisnya penasaran banget, jarang-jarang nemu novel dengan setting Norway, salah satu negara impian saya, hehehe…



  1. Lukisan Dorian Gray, Oscar Wilde
Tertarik membaca buku ini, karena buku ini disebut-sebut dalam novel Beastly. Dan sebagai salah satu karya sastra klasik, sepertinya tidak salah kalau saya tertarik untuk membacanya.



  1. The Deep, Helen Dunmore
Setelah membaca Ingo dan The Tide Knot (review menyusul), lanjut membaca buku ketiganya. Tetapi entah kenapa sampai sekarang belum tergerak untuk membuka halaman pertamnya. Buku ini sepertinya yang akan dijadwalkan paling pertama dibaca setelah Ramadhan.



  1. Stolen Songbird, Danielle Jensen
Tertarik beli buku ini, karena resensi yang cukup menarik di beberapa blogger buku. Dan waktu itu ada salah satu toko buku online yang sedang mengadakan diskon untuk beberapa produk buku, salah satunya buku ini. Jadi, ya sudah, saya tergoda, dan saya beli. Tapi sampai sekarang belum dibaca, hehehe.

Itulah sekelumit (cieelah sekelumit) daftar timbunan yang semestinya mulai saya kurangi. Sama seperti timbunan buku, utang review saya pun masih banyak. Mudah-mudahan, bisa segera dilunasi semuanya (Semangat!!!), dan bisa segera menumpuk timbunan lagi (ups!)

Oiya, sampai lupa, setelah Lebaran nanti, insya Allah akan review buku ini juga…



Dan tunggu kejutan menariknya yaaa…

Sabtu, 04 Juni 2016

Resensi dan Giveaway - Landline



Penulis             : Rainbow Rowell
Penerjemah      : Airien Kusumawardhani
Penyunting       : M. R. Prajna Pramudita
Penerbit           : Spring
Tahun Terbit     : Cetakan Pertama, April 2016
Halaman          : 372
ISBN              : 978-602-74322-1-5




Pada liburan Natal 2013, Georgie dan Neal telah merencanakan pulang ke rumah orang tua Neal di Omaha bersama kedua putri mereka, Alice dan Noomi. Namun rencana itu mendadak berantakan ketika Georgie mendapat kabar bahwa acara TV yang ditulisnya bersama Seth dianggap menarik dan mereka diminta untuk membuat pilot project acara tersebut. Pilot project acara tersebut akan ditunjukkan pada tanggal 27 Desember. Itu artinya Georgie harus menghabiskan liburan Natal dengan menulis naskah.

Georgie sama sekali tidak ingin merusak rencana libur Natal keluarganya. Apalagi putri-putrinya terlihat sangat antusias merayakan Natal di Omaha. Begitu juga dengan Neal. Namun acara TV itu telah lama menjadi mimpi Georgie dan Seth, dan kini mimpi mereka telah ada di depan mata. Georgie tidak ingin mengecewakan Neal dan anak-anak. Tetapi ia juga tidak bisa meninggalkan acara TV impiannya begitu saja.

Akhirnya, Georgie memilih untuk tetap tinggal di LA sementara suami dan anak-anaknya pergi ke Omaha. Georgie tahu sikap Neal berbeda kepadanya setelah ia membuat keputusan itu. Neal berusaha bersikap baik-baik saja, tapi Georgie tahu ia tidak baik-baik saja.

Ketika keluarga kecilnya telah terbang ke Omaha, Georgie merasa begitu hampa. Ditambah lagi Neal tidak pernah mengangkat teleponnya. Satu-satunya saat Neal menerima telepon dari Georgie adalah ketika Georgie menelepon Neal melalui telepon rumah di kamarnya. Ya, kamar lama Georgie di rumah ibunya.

Hanya saja ada sesuatu yang aneh. Suara Neal di sana terdengar jauh lebih muda. Seperti suara Neal-nya saat masih berusia 20an. Seperti suara Neal-nya di tahun 1998. Suara Neal saat ia bahkan belum menjadi suami Georgie. Georgie tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Yang ia tahu, telepon rumah berwarna kuning yang tersimpan di kamarnya benar-benar aneh dan membuatnya nyaris gila.


Ini pertama kalinya saya membaca karya Rainbow Rowell, dan ternyata saya cukup menyukai gaya tulisannya.

Landline adalah novel keluarga, atau mungkin lebih tepatnya, novel rumah tangga. Landline menceritakan tentang perjuangan Georgie menyelamatkan hubungannya dengan Neal melalui telepon kuning ajaib. Ya, karena telepon itu menyambungkannya dengan Neal-nya di masa lalu. Saat mereka belum memutuskan untuk menikah dan menjalani hidup bersama.

Saya suka dengan ide ceritanya, yaitu istri yang bekerja dan suami yang mengurus rumah dan anak-anak. Tentu saja pilihan seperti itu menuai konsekuensi yang tidak ringan. Apalagi ditambah dengan partner kerja sang istri adalah teman dekatnya sejak kuliah. Yang bahkan sudah sangat akrab sebelum ia mengenal suaminya.

Banyak pelajaran berharga yang bisa diambil dari Landline. Khususnya tentang kelapangan hati. Ya, ketika seseorang telah memutuskan untuk menikah, itu tandanya ia telah menyiapkan diri untuk berlapang dada menghadapi segala sesuatu yang terjadi dalam kehidupan rumah tangganya dan juga siap untuk terus memperbaiki diri.

Saya paling suka dengan cara Rowell menggambarkan tokoh-tokohnya, terutama Neal.

“Neal mengangkat sebelah alisnya, dan sisi bibirnya melengkung ke atas membentuk senyuman dengan mulut tertutup.
Neal punya bibir yang indah.
Mungkin semua orang punya bibir yang indah, dan kau baru benar-benar menyadarinya kalau kau memandangi mulut mereka sepanjang waktu.
Georgie memandangi mulut Neal sepanjang waktu.”

Atau yang ini,

“Georgie membutuhkan Neal.
Neal adalah rumahnya. Neal adalah fondasinya.
Neal adalah tempat Georgie berlabuh, menyelaraskan diri, dan memulai setiap hari dengan semangat baru. Neal adalah satu-satunya yang sangat mengenal siapa Georgie sebenarnya.”

Banyak kutipan-kutipan bagus bertebaran di buku ini, salah satu yang saya suka adalah kutipan ini,

“Itulah cinta, Georgie. Perlindungan dari kerusakan yang tidak disengaja.”

Bahasa terjemahannya sangat nyaman untuk dibaca, ditambah dengan catatan kaki yang benar-benar sangat membantu memahami istilah-istilah khas negara sana yang belum tentu kita ketahui. Jujur saja, masih sangat jarang ada novel terjemahan yang mencantumkan catatan kaki seperti ini. 

Gara-gara baca Landline, saya jadi makin penasaran dengan karya-karya Rainbow Rowell lainnya yang juga sudah diterbitkan Penerbit Spring, khususnya novel Fangirl. :)

Nah, sekarang waktunya giveaway!



Ada satu novel Landline dari Penerbit Spring untuk kamu yang beruntung. Syaratnya mudah kok!

  1. Peserta memiliki alamat di Indonesia
  2. Follow Twitter, Instagram, dan like Facebook Penerbit Spring
  3. Follow blog ratihcahaya.blogspot.com dengan Google Friend Connect.
  4. Share giveaway ini di Twitter dengan tagar #GiveawayLandline dan mention @ratiihcahaya dan @penerbitspring
  5. Tuliskan nama, alamat email, akun twitter, dan jawaban pertanyaan berikut ini kolom komentar.
“Jika kamu berada di posisi Georgie, apa yang akan kamu pilih? Berlibur bersama keluarga atau mengerjakan pekerjaan yang telah lama kamu impikan? Apa alasanmu?”

Giveaway ini berlangsung dari tanggal 4-11 Juni 2016. Selamat menjawab! Semoga beruntung!