Kamis, 31 Desember 2015

Books I Want to Have in 2016




Ini adalah daftar buku yang ingin saya miliki tahun 2016. Miliki lho ya, bukan beli. Jadi saya dengan senang hati menerima hadiah buku-buku dengan judul di bawah *ngarep*, hehehehe…

1.      Paper Towns, John Green
2.      Let It Snow, John Green
3.      Aristotle and Dante Discover the Secrets of Universe, Benjamin Alire Saenz
4.      Land of Stories, Chris Colfer
5.      Fangirl, Rainbow Rowell
6.      Eleanor and Park, Rainbow Rowell
7.      Dash of Magic, Kathryn Littlewood
8.      Bite-Sized Magic, Kathryn Littlewood
9.      More Than This, Patrick Ness
10.  Wonder Series, R.J. Palacio
11.  Anne of Green Gables, Lucy M. Montgomery
12.  Great Expectation, Charles Dickens
13.  Oliver Twist, Charles Dickens
14.  The Picture of Dorian Gray, Oscar Wilde
15. Muhammad: Sang Pewaris Hujan, Tasaro GK
16. Muhammad: Generasi Penggema Hujan, Tasaro GK
17.  Harry Potter and The Chamber of Secret, J.K. Rowling
18.  Harry Potter and Prisoner of Azkaban, J.K. Rowling
19.  Harry Potter and Half-Blood Prince, J.K. Rowling
20.  The Tales of Beedle the Bard, J.K. Rowling
21.  Fantastic Beasts and Where to Find Them, J.K. Rowling
22.  Stormswept, Helen Dunmore
23.  Wuthering Heights, Emily Bronte
24.  Laura Ingals Series
25.  I’ll Give You the Sun, Jandy Nelson
26.  The Little Prince, Antoine de Saint-Exupery
27.  Between Shades of Grey, Ruta Sepetys
28.  Frankenstein, Mary Shelley
29.  Dracula, Bram Stoker
30.  All You Need is Love, Fakhrisina Amalia
31.  Above the Star, D. Wijaya
32.  Berlabuh di Lindoeya, K. Fischer

Books I’m Going to Read in 2016 and Personal Challenge




Setelah gagal pada challenge yang saya ikuti pada tahun 2015, saya memutuskan untuk tidak mengikuti challenge apapun tahun 2016. Bukan karena kapok atau apa (walaupun karena itu juga sih, hehehe), tapi saya ingin lebih mengeskplor bacaan saya sebebas-bebasnya, membaca buku-buku yang ingin saya baca tanpa berpikir lebih dulu, buku ini cocoknya masuk ke challenge apa.

Jadi, tahun 2016 ini saya memilih untuk membuat personal challenge alias tantangan pribadi. Salah satu tantangannya yaitu membaca buku-buku yang sudah saya miliki tahun 2015 dan sebelumnya.

Nah, seperti tahun-tahun sebelumnya, tahun 2015 pun membawa utang timbunan yang harus dilunasi. Mereka adalah:

  1. Ingo Pentalogy, Helen Dunmore


Seri Ingo ini memang terbit sudah lama sekali, dan memang sudah lama juga saya ingin membacanya. Namun, setiap kali mau membeli, selalu keduluan dengan buku lain. Alhasil, di tahun 2015 ini saya dengan sabar dan jeli mengubek-ngubek setiap tumpukan buku diskonan, demi menemukan seri tersebut.

Alhamdulillah, akhirnya ketemu juga. Dari lima seri Ingo, saya dapat empat buku. Yang belum dimiliki tinggal buku kelima yang berjudul Stormswept. Semoga tahun ini saya berjodoh dengan buku tersebut yaa.

  1. Harry Potter Series, J.K. Rowling

Am I too late to read Harry Potter? I don’t think so. Memang sih seri ini sudah nge-hits banget dari zaman dahulu kala. Namun entah kenapa waktu itu saya belum tertarik baca satu pun bukunya. Tapi kalau filmnya sih ngikutin. Nah, setelah filmnya keluar semua, entah kenapa muncul perasaan, “Duh, kalau filmnya aja udah keren begini, gimana bukunya? Pokoknya harus baca!”

Ditambah lagi tahun ini saya sering tenggelam dalam fanfiksi Harry Potter, dan punya OTP sendiri. OTP saya sih wajar aja, yang memang udah merajalela di mana-mana. Can you guess them? Hehehe…

Waktu Gramedia Fair di Cibinong City Mall dan ngeliat tiga buku HP ini masing-masing hanya seharga Rp 40.000, langsung saya ambil tanpa pikir panjang. Mudah-mudahan di tahun 2016, bisa melengkapi sisanya dengan harga diskonan pula, atau kalau bisa gratis. Hihihi…

  1. Inkspell & Inkdeath (Trilogy Inkheart), Cornelia Funke


Ini juga buku yang sudah lama terbit, dan sudah lama pula saya menginginkannya. Hanya saja harganya yang cukup menguras kantong membuat saya menghela napas setiap kali berpikir untuk membelinya. Sama seperti HP Series, saya membelinya di Gramedia Fair CCM hanya dengan harga Rp 30.000 setiap bukunya. Seneng banget pastinya. Walaupun nggak nemu buku pertamanya, Inkheart, tapi nggak apa-apa deh. Toh setidaknya saya sudah pernah nonton filmnya, yang salah satu tokoh utamanya adalah si ganteng Brendan Fraser. Hehehe…

  1. The Beatrix Potter Collection (Vol. I & II), Beatrix Potter


Nah, kalau ini belinya di Books and Beyonds waktu diskonan 17 Agustus. (Aduh, anaknya diskonan banget sih). Dari zaman kuliah memang sudah tertarik untuk beli literature klasik di Books and Beyonds, yang tokonya sering saya lewatin setiap ke perpus kampus. Cuma belum kesampaian terus, salah satunya karena takut font hurufnya terlalu kecil, yang bikin saya males baca.

Sampai akhirnya Agustus kemarin, salah satu teman kantor saya dengan semangat cerita tentang buku yang baru dibelinya di Books and Beyonds, salah satunya adalah Beatrix Potter Collection ini. Setelah melihat kalau font-nya tidak terlalu kecil dan dilengkapi ilustrasi yang lucu, tanpa menunggu lama, saya langsung membeli vol. I dan II.

  1. Citra Rashmi, Tasaro GK

Sewaktu SMA, saya pernah membaca novel Tasaro yang berjudul Pitaloka. Itu adalah karya pertama Tasaro yang saya baca, dan saya langsung jatuh cinta dengan cara beliau menulis historical fiction. Keren banget dan sama sekali nggak ngebosenin.

Saat kuliah, saya mendengar kalau Pitaloka diterbitkan ulang dengan judul Citra Rashmi. Saya pun langsung tertarik untuk membelinya. Namun, seperti biasa, niat hanya menjadi niat sampai akhirnya buku itu ada di rak diskonan. (Lagi-lagi diskon!) Akhirnya saya membawa pulang satu lagi karya penulis favorit saya.

  1. Merindu Cahaya de Amstel & Looking for Alaska

Beli dua buku ini waktu sedang sedih dan galau. Seperti biasa, kalau perasaan sedang sedih, saya melarikan diri ke toko buku dan menghambur-hamburkan uang di sana. Tadinya mau beli Paper Towns, tapi di toko buku yang saya kunjungi, TM Bookstore Depok, stoknya sudah habis. 

Alhasil, selain Looking for Alaska, saya memilih membawa pulang karya Arumi E yang berlatar negeri kincir angin ini. Beberapa resensi yang saya baca sih mengatakan kalau buku ini bagus, recommended lah. Lagipula, sepertinya saya masih terbawa-bawa nuansa Belanda setelah jatuh cinta pada si Willem.

  1. Scappa per Amore, Dini Fitria
Beli buku ini impulsif aja sih. Karena saya memang menyukai kisah-kisah perjalanan. Apalagi kalau perjalanannya ke Eropa, :)

  1. The Wizard of Earthsea, Ursula K. Le Guin
Saya beli buku ini di bookfair tahun 2014. Sudah lama juga saya penasaran dengan kisah fantasi yang konon katanya menginspirasi J.K. Rowling dan Christopher Paolini. Waktu itu saya melihat ada tiga buku, namun saya beli buku pertama dulu. Kalau saya sudah baca dan ternyata menyukainya, mudah-mudahan saya dipertemukan lagi dengan dua buku selanjutnya. Kalau bisa sih dengan harga yang lebih murah. (Tetep mental diskon)

Nah, sebenarnya masih ada beberapa buku lagi yang masih berstatus timbunan. Namun saya tidak yakin akan memasukkan buku-buku itu ke list going to read tahun ini.

Buku-buku itu adalah:

  1. Swiss Family Robinson: Sudah baca setengah di 2014, tapi di 2015 malah diabaikan dan belum dilanjutin sama sekali.
  1. Septimus Heap: Flyte, Angie Sage: Sudah baca setengah juga di 2015, dan belum sanggup untuk namatinnya hingga sekarang.
  1. Septimus Heap: Physik, Angie Sage: Karena buku sebelumnya belum tamat, buku ini ikut tertunda dibaca.
  1. Nibiru dan Ksatria Atlantis, Tasaro GK: Melihat jumlah halamannya saja sudah membuat saya menghela napas berkali-kali. Entahlah, saya juga tidak tahu kapan akan membacanya. Saya beli buku itu di Januari 2014, tepat setelah saya sidang TKA. Saya beli buku ini murni karena ingin punya saja, apalagi harganya pun sudah didiskon, hehehe….
Balik lagi ke tantangan pribadi, selain menantang diri sendiri untuk membabat habis timbunan, tahun 2016 ini saya ingin mencoba membaca buku-buku yang masuk kategori not my cup of tea. Misalnya buku-buku bertema thriller, detective, high fantasy/fantasy for adult (memang ada ya? Maksudnya sih buku-buku bertema fantasy, tapi tokohnya bukan anak-anak atau remaja, dengan konflik yang tentunya lebih rumit), horror, mystery, dan biografi.

Saya belum kepikiran buku apa yang mau dibaca dari genre-genre tersebut. Belum menemukan judul secara spesifik. Nanti lah ya saya pikirin lagi, hehehe.. Tapi, kalau ada yang mau usul judul buku untuk dibaca boleh juga lho… hehehe…

Rabu, 30 Desember 2015

Books I Read in 2015 and Failed Challenges


Hai semua!! *sambil tiup-tiup debu di blog*

Rasanya sudah lama saya meninggalkan blog ini. Terakhir kali posting awal November lalu, hiks…

Yah, begitulah…. Banyak hal tak terduga yang terjadi di akhir tahun yang membuat saya ‘terpaksa’ mengabaikan blog ini untuk sementara *alasan*.

Sebenarnya saya tetap baca buku, namun entah kenapa malesssss banget menulis dan memposting reviewnya. Jadi, ya seperti ini…  saya sih sebenarnya masih ingin menulis review buku-buku yang sudah dibaca, tapi entah kapan, hehehehe…

Terus, di awal tahun kan saya ikutan beberapa challenge dari beberapa blog buku. Nah, sepertinya tahun ini jadi tahun menyedihkan buat saya deh, karena saya merasa gagal mengikuti challenge tersebut.


Untuk semester pertama, tantangan ini berjalan dengan lancar. Postingan bisa baca di sini.

Untuk semester kedua, saya seperti lupa dengan tantangan ini dan beli banyak buku tanpa mengecek berapa buku timbunan yang sudah saya. 

Nah, ini adalah senarai buku timbunan yang saya baca dari Agustus hingga Desember 2015.

Agustus
  1. The Postmistress
  2. Beastly
September
  1. Gadis Korek Api
  2. Just One Day
Oktober
  1. Along for the Ride
  2. The Marvelous Land of Oz
  3. The Perks of Being Wallflower
November
  1. The Evolution of Calpurnia Tate
  2. The Candy Makers

Masih kurang empat buku yang belum saya baca yaitu:
  1. Septimus Heap: Flyte, Angie Sage
  2. Septimus Heap: Physik, Angie Sage
  3. The Wizard of Earthsea, Ursula K. Le Guin
  4. Ingo, Helen Dunmore
Buku no 3 dan 4 akan saya masukkan ke list yang harus dibaca di 2016. Namun untuk Septimus Heap, saya nggak yakin juga. Duuuh…


Rekap semester pertama bisa dibaca di sini. Sisanya, dari Agustus hingga Desember 2015 saya hanya membaca empat buku young adult, yaitu:




Padahal saya cukup suka dengan buku-buku Young Adult, tapi kebanyakan YA yang saya punya dalam format ebook, sedangkan akhir-akhir ini saya enggan membaca di layar ponsel atau laptop.


Hmm… kalau tantangan ini lumayan berhasil sih, mengingat saya memang lebih memilih membaca buku yang dicetak ketimbang buku digital.

Rekap semester pertama bisa dibaca di sini. Sedangkan daftar buku cetak yang saya baca dari Agustus hingga Desember 2015 adalah:

Agustus
  1. The Postmistress
  2. Walking After You
  3. Priceless Moment
  4. Lucid Dream
  5. Beastly
September
  1. Gadis Korek Api
  2. Jatuh Cinta adalah Cara Terbaik untuk Bunuh Diri
  3. Just One Day
  4. Kemenangan Mimpi
Oktober
  1. Along for the Ride
  2. How to Master Your Habits
  3. The Marvelous Land of Oz
  4. Emmy and the Incredible Shrinking Rat
November
  1. The Evolution of Calpurnia Tate
  2. The Candy Makers
  3. Century, Sarah Singleton
  4. Bukan Pernikahan Cinderella, Iwan Januar
  5. Muslimah Sukses Tanpa Stres, Erma Pawitasari
Desember
  1. Pollyanna, Eleanor Porter
  2. Agar Cinta Bersemi Indah, Fauzil Adhim
  3. Rumah Tangga, Fahd Pahdepie
  4. Sewindu, Tasaro GK
  5. Love Theft, Prisca Primasari
  6. Three Weddings and Jane Austen, Prima Santika
  7. Little Witch 2: Perjalanan Sihir, Ambiru Yasuko
  8. Little Witch 3: Gaun Bintang Kejora, Ambiru Yasuko
* yang nggak ada link-nya berarti masih utang review ^ ^ v


Ada beberapa kategori yang bukunya belum juga saya baca hingga penghujung bulan Desember ini. Karena itu, saya memutuskan untuk tidak membuat wrap up post-nya, dan menyatakan kalau saya gagal pada tantangan tersebut. Hiks….

Nah, seperti itulah kejadian di akhir tahun 2015. Blog sempat terabaikan, dan beberapa challenge yang diikuti malah gagal :(

Mudah-mudahan di tahun 2016, kejadian seperti ini tidak terulang yaa.. Semoga saya semangat terus membaca buku dan menulis reviewnya, dan blog ini jadi makin kece, hehehe…. Amiiin….