Sabtu, 26 September 2015

Kemenangan Mimpi

Penulis          : Fauzan Muttaqien
Penerbit        : Gema Insani
Tahun Terbit  : Cetakan Pertama, Desember 2014
Halaman        : 144


Impian itu ibarat setengah bagian dari tubuh. Yang bisa memahami impian kita adalah tubuh kita sendiri. Orang lain tak mungkin memahaminya dengan utuh. (Kemenangan Mimpi )

Secara ringkas, buku Kemenangan Mimpi ini menuntun para pembaca untuk membangun dan menyusun mimpi hingga menjadikan mimpi itu nyata. Mulai dari membangun imajinasi, mengubah imajinasi menjadi cita-cita, hingga membuat Proposal Mimpi.

Salah satu keunikan buku ini adalah cara penulis menerangkan langkah-langkah menyusun mimpi melalui kisah-kisah. Di bagian awal, kita akan berkenalan dengan Akin dan Ucup, dua tokoh yang berjalan-jalan dengan ‘mesin ke mana saja’. Dengan ‘mesin ke mana saja’, mereka berpindah dari satu kisah ke kisah lainnya, yang semuanya memiliki benang merah yang sama yaitu, menyusun mimpi. Petualangan Akin dan Ucup bermacam-macam, mulai dari tersasar di dunia Naruto, menonton lomba lari antara kelinci dan kura-kura, hingga kuliah di Fakultas Mimpi.

Bagi saya pribadi, buku ini cukup menarik. Bagaimana penulis memaparkan tentang menyusun mimpi sangat sistematis dan memudahkan. Hanya saja, bagi pembaca seumur saya, pemaparan melalui kisah-kisah kesannya agak bertele-tele. Mungkin beda efeknya jika dibaca remaja usia belasan tahun, yang memang menjadi pangsa pasar utama buku ini. Saya sendiri yakin, kalau saya membaca buku ini ketika remaja, saya pasti merasa senang dan benar-benar terdorong untuk membuat proposal mimpi pribadi.

Walau bahasa dan cara penyampaiannya untuk remaja, buku ini tetap cocok kok dibaca oleh usia 20an. Terutama bagi yang masih bingung atau hilang arah, mau ke mana dan hendak meraih apa, hehehe…. Selamat menyusun dan mewujudkan mimpi!

Tidak ada bedanya, seseorang bermimpi menjadi orang terkaya di dunia atau seseorang bermimpi hari ini ia akan memberi setangkai bunga untuk istrinya. Dua-duanya sama-sama hebat. Asalkan itu keluar dari diri Anda… bukan sekadar formalitas yang begitu kaku. (Kemenangan Mimpi)

Beberapa halaman yang bagi saya menarik:




Selasa, 22 September 2015

Just One Day

Penulis            : Gayle Forman
Penerjemah     : Poppy D. Chusfani
Penyunting      : Barokah Ruziati
Penerbit          : Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit    : Cetakan pertama, Februari 2014
Halaman         : 200


Allyson Healey's life is exactly like her suitcase—packed, planned, ordered. Then on the last day of her three-week post-graduation European tour, she meets Willem. A free-spirited, roving actor, Willem is everything she’s not, and when he invites her to abandon her plans and come to Paris with him, Allyson says yes. This uncharacteristic decision leads to a day of risk and romance, liberation and intimacy: 24 hours that will transform Allyson’s life. (Review from Goodreads)


Just One Day bercerita tentang perjalanan Allyson di Paris bersama seorang pemuda yang baru dikenalnya, Willem. Mereka bertemu di pertunjukan drama Shakespeare di London. Tanpa berpikir panjang, Allyson langsung mengiyakan ajakan Willem untuk menghabiskan satu hari di Paris. Satu hari yang mengubah segalanya.

Diceritakan dari sisi Allyson, saya seperti ikut merasakan apa yang dia rasakan. Allyson ini tipe gadis yang biasa-biasa saja. Tidak terlalu cantik, tidak terlalu pintar, juga tidak terlalu populer. Hidupnya teratur dan sesuai dengan keinginan orangtuanya. Kepergiannya mengikuti tur keliling Eropa juga atas permintaan ibunya.

Di tur inilah, Allyson bertemu Willem. Pemuda Belanda, petualang sejati, dan banyak dekat dengan cewek-cewek. Di awal, Allyson merasa dia cukup istimewa bagi Willem. Nyatanya setelah bepergian bersama lelaki itu, Allyson mengira dia sama saja dengan perempuan-perempuan asing yang ditemui Willem.

Cerita ini dibagi menjadi tiga bagian. Kisah saat Allyson di Paris, lalu berlanjut ke tahun pertamanya kuliah, dan saat Allyson memutuskan untuk pergi Eropa lagi demi menemukan Willem yang menghilang secara misterius.

Saya suka dengan karakter Allyson. Saya suka dengan cara berpikirnya, dengan perasaan-perasaan yang ia rasakan. It feels real! Ada beberapa bagian dalam kisah Allyson yang mirip dengan kisah saya, yang membuat saya merasa seperti sayalah yang menjalani masa-masa kuliah dengan suram, sayalah yang mati-matian mencari tahu di mana keberadaan Willem, dan akhirnya ikut deg-degan, apakah akhirnya Allyson berhasil menemukan Willem?

Just One Day adalah buku ketiga Gayle Forman yang saya baca. Sebelumnya saya sudah membaca If I Stay dan Where She Went, tapi saya sudah agak lupa dengan gaya penulisannya. Namun, untuk Just One Day, saya suka banget.

Di Just One Day, kita tidak hanya diajak berkeliling Paris, tapi juga Utrecht dan Amsterdam, dan sedikit London tentu saja. Ah… itu kota-kota impian saya semua….

Tidak sabar membaca kelanjutan kisah Allyson dan Willem di Just One Year dan Just One Night.

Hmmm… dan ada satu hal yang membuat saya menyesal, kenapa saya baru baca buku ini sekarang ya??? Padahal dulu belinya Juli 2014 loh. Ditimbun satu tahun lebih, padahal bukunya keren, hiks hiks…

[Review ini diikutsertakan dalam Lucky No. 15 Reading Challenge kategori Dream Destination dan Young Adult Reading Challenge]

Jumat, 18 September 2015

Gadis Korek Api

Penulis : H.C. Andersen
Penerjemah : Ambhita Dhyaningrum
Penyunting : Jia Effendie
Penerbit : Atria
Tahun Terbit : Cetakan I, Maret 2011
Halaman : 267


Dongeng-dongeng karya H.C. Andersen mungkin sudah bertebaran di mana-mana dan telah diterbitkan dalam berbagai bahasa. Kali ini, saya membaca kumpulan dongeng Andersen yang diterbitkan oleh Penerbit Atria, dengan mengambil judul ‘Gadis Korek Api’. Ada sepuluh dongeng di dalam buku ini, yaitu:

1. Kisah Cinta Putri Duyung Kecil
Kisah tentang seorang putri duyung yang jatuh cinta pada manusia di atas laut sana, yaitu seorang pangeran muda yang tampan. Demi bisa bertemu dengan sang pangeran dan menjadi seorang manusia sungguhan, putri duyung rela menukar suaranya yang indah kepada penyihir dan mempertaruhkan nyawanya.

2. Angsa-Angsa Liar
Kisah tentang seorang gadis yang diusir dari rumahnya sendiri dan sebelas kakak laki-lakinya yang dikutuk menjadi angsa oleh ibu tiri mereka. Untuk membebaskan kakak-kakaknya dari kutukan, Elise, nama gadis itu, harus menjahit jubah dari rumput jelatang. Tidak mudah menjahit jubah dari rumput jelatang karena selalu membuat tangan Elise terasa terbakar. Lebih parah lagi, ia tidak boleh bicara sampai sebelas jubahnya selesai, atau kakak-kakaknya tak pernah kembali jadi manusia.

3. Sang Puteri Sejati
Kisah tentang seorang pangeran, putri, tempat tidur, dan kacang polong. Ah, tentu saja, hampir semua orang mengetahui kisah ini bukan?

4. Thumbelina
Kisah tentang petualangan putri sebesar ibu jari bernama Thumbelina. Dari menjadi calon istri katak di danau, calon istri tikus tanah di ladang, hingga akhirnya bertemu burung layang-layang yang mengantarkannya pada pangeran yang juga seukuran ibu jari.

5. Burung Bulbul
Kisah tentang burung bulbul yang memiliki suara paling merdu namun harus bersaing dengan burung bulbul buatan untuk mendapatkan hati kaisar raja.

6. Gadis Korek Api
Kisah tentang gadis kecil yang kedinginan di tengah malam salju. Untuk menghangatkan dirinya, dia membakar satu persatu korek yang seharusnya ia jual. Setiap kali sepercik api menyala, tampaklah keindahan-keindahan yang selama ini ia inginkan.

7. Ratu Salju: Dongeng dalam Tujuh Kisah
Kisah tentang perjalanan gadis kecil bernama Gerda, untuk bertemu lagi dengan sahabatnya Kay, yang diculik oleh Ratu Salju.

8. Baju Baru Kaisar
Kisah tentang kebodohan seorang kaisar dan baju barunya yang kasat mata.

9. Kisah Rembulan
Kisah tentang Rembulan yang bercerita tentang 33 malam yang dilaluinya.

10. Anak Itik Buruk Rupa
Kisah tentang angsa kecil yang dikira anak itik. Karena tubuhnya berbeda dengan anak itik kebanyakan, dia pun diusir dan melakukan perjalanan ke berbagai tempat, hingga akhirnya ia berubah menjadi seekor angsa besar yang cantik.

Dari kesepuluh kisah, hampir semua ceritanya sudah saya baca atau saya ketahui, meskipun dalam versi singkatnya. Salah satu yang belum pernah saya baca adalah kisah Ratu Salju, yang membuat itu menjadi kisah favorit saya dalam buku ini.

Satu lagi adalah Kisah Rembulan. Kisah Rembulan terdiri dari 33 kisah yang diceritakan rembulan kepada tokoh ‘Aku’. Kisahnya ada yang panjang, ada yang singkat. Tidak ada satu pun dari kisah tersebut yang menempel di kepala saya, dan saya sama sekali tidak mengerti apa makna di balik kisah-kisah tersebut. Hmmm….

Dongeng-dongeng Andersen bukan dongeng Disney yang berakhir happily ever after. Memang sih, ada juga yang berakhir bahagia, tapi semuanya melalui perjuangan yang berat dan berdarah-darah. Ugh...

Kalau dipikir-pikir, buku ‘Gadis Korek Api’ ini lebih cocok dibaca oleh orang dewasa, atau setidaknya, di atas usia 13-14 tahun. Kenapa? Karena untuk anak-anak di bawah 12 tahun, mungkin buku ini terlihat membosankan, karena ceritanya panjang dan ilustrasinya hanya ada di awal bab. Kalimat dan paragrafnya juga panjang, jadi mungkin cukup berat dibaca untuk anak-anak. Meskipun begitu, bahasa terjemahannya enak dibaca, membuat gambaran yang dideskripsikan dengan indah oleh Andersen mudah dibayangkan.

Saya sangat menikmati membaca kumpulan dongeng ini. Banyak hal yang terlewatkan dari dongeng-dongeng Andersen yang selama ini saya baca versi singkatnya, dan saya menemukannya di buku ini.

[Review ini diikutsertakan dalam Lucky No. 15 Reading Challenge kategori Bargain All the Way]

Senin, 14 September 2015

Jatuh Cinta adalah Cara Terbaik untuk Bunuh Diri

Penulis : Bernard Batubara
Editor : Ayuning dan Gita Romadhona
Penerbit : Gagas Media
Tahun Terbit : Cetakan kedua, 2015
Halaman : 293


Jatuh Cinta adalah Cara Terbaik untuk Bunuh Diri (panjang ya judulnya?) adalah karya pertama dari Bernard Batubara yang saya baca. Meskipun dia sudah menerbitkan karya lain sebelum ini, entah mengapa baru tertarik pada kumcer yang satu ini.

Yup, saya sudah lama tidak meresensi kumcer, jadi mudah-mudahan saya bisa melakukannya dengan baik ya, hehehe…

Kumpulan cerpen Bernard terdiri dari 15 kisah. Benang merahnya ada pada tema cinta dan bagian pahitnya. Iya, kisah-kisah ini bukan kisah cinta yang manis dan romantis, tapi yang malah membuat kita meringis (apa sih).

Saya tidak akan membahas satu persatu kisah di dalamnya, hanya beberapa saja yang saya suka atau menarik perhatian saya, seperti:

1. Seorang Perempuan di Loftus Road: Cerpen ini berkisah tentang perempuan yang menanti cintanya, namun cintanya tak kunjung datang, dan akhirnya dia berubah menjadi pohon. Baca ini, terasa nyess banget, seperti benar-benar curhatan seorang perempuan, dan ada sindiran untuk kaum lelaki juga. Bahkan, kalau saya baca cerpen ini tanpa tahu penulisnya, saya pasti mengira yang menulis perempuan, hehehe…

2. Langkahan: Tentang seorang kakak perempuan yang galau karena akan di’langkahi’ adiknya menikah. Ini sih nyesek ceritanya, amit-amit deh kalau punya kakak kayak gitu…

3. Nyctophilia: Tentang seseorang yang menyukai kegelapan. Nggak tahu kenapa, ini cerita yang paling membuat aku merasa miris. Aku sudah jatuh hati pada si tokoh utama, dan menebak-nebak apa yang membuatnya menyukai kegelapan. Berharap nggak kecele, eh, kecele juga ternyata, hahaha…

4. Menjelang Kematian Mustafa: Tentang seorang yang berprofesi menjadi pembunuh bayaran. Sebenernya ini nggak favorit-favorit banget, tapi kok ya, setelah membaca semua kisah di buku ini, yang masuk mimpi cuma cerita yang ini. (Aku mimpi mau ditembak sama pembunuh bayaran euy!)

Nah, masih ada 11 cerpen lain. Menurut saya, semua cerpennya asik dan nggak bisa ditebak akhirnya. Plus, nggak ada diksi-diksi aneh yang bikin saya pusing, jadi saya menikmati banget membaca kumcer ini.

Ilustrasi di dalamnya juga bagus dan bisa mewakili inti cerita setiap cerpen. Terus, saya juga suka dengan desain sampulnya. Minimalis, dengan latar ungu dan judul yang memenuhi seluruh sampul. Sebab, sepertinya memang tak butuh ilustrasi untuk judul kumcer ini. Judulnya saja sudah menggambarkan segalanya, bahwa Jatuh Cinta adalah Cara Terbaik untuk Bunuh Diri.

[Review ini diikutertakan dalam Lucky No.15 Reading Challenge kategori Something New]