Rabu, 22 Februari 2017

Wishful Wednesday Anniversary Giveaway



Assalamualaikum, apa kabar? 


Hampir sebulan yah nggak nulis blog, hehehe… Padahal awal tahun bertekad untuk posting seminggu sekali, wkwkwk…


Sebenarnya ada beberapa buku yang siap direview, tapi entah mengapa maleeeesss banget nulis reviewnya. Ugh, padahal waktu itu udah janji, habis baca buku langsung tulis review. Ditunda sehari aja bisa kebablasan jadi satu bulan bahkan lebih. Tapi, ya sudahlah, insya Allah aku akan posting review buku yang sudah kubaca. 


Kali ini mumpung hari Rabu, saya mau ikutan Wishful Wednesday-nya Kak Astrid. Tumben banget ikutan Wishful Wednesday, karena tiba-tiba aja ada buku yang masuk ke wishlist (padahal wishlist di awal tahun belum tercapai semua). Selain itu, biar bulan ini ada postingan (jadi nggak bolong-bolong amat, gitu, hehehe).


Langsung aja yah, saya minggu ini tiba-tiba tertarik banget sama tulisannya Akiyoshi Rikako. Terutama setelah baca review Girls in the Dark punya Mbak Ren. Sebenarnya, saya sudah sering membaca review/ulasan singkat karya-karyanya Akiyoshi. Tapi, entah kenapa waktu itu belum tertarik untuk membaca bukunya. Mungkin karena genre-nya bukan favorit saya. Eh, pas baca review Mbak Ren kok ya jadi pengen ikutan baca juga.


Karya Akiyoshi Rikako yang sudah diterjemahkan ke bahasa Indonesia ada tiga, semuanya diterbitkan oleh Penerbit Haru. Saya tertarik ingin baca ketiganya.





Semoga saya punya kesempatan untuk membelinya. Kalau ada yang mau ngasih juga boleh, ihiiiiw..! (kode banget)


TAMBAHAN

Setelah bikin postingan ini dan mengklik tombol publikasi, saya buka blog Kak Astrid dan ternyata beliau lagi bikin Wishful Wednesday Anniversary Giveaway

Uwoooow! Pas banget waktunya. Yaudah saya ikut sertakan di giveaway juga. Semoga kali ini beruntung. Amiiiin...

Oh iya, karena budget giveaway-nya sebesar IDR 100.000 jadi yang saya daftarkan dua buku saja, yaitu The Dead Returns dan Girls in The Dark

Omong-omong, selamat untuk Kak Astrid ya, Wishful Wednesday-nya sudah mencapai lima tahun. Konsisten sekali dengan meme ini. Semoga Wishful Wednesday terus ada hingga tahun-tahun selanjutnya.  :)


TAMBAHAN (lagi)

Karena saking excited-nya, salah masukin link, huhuhu...  



 



Sabtu, 14 Januari 2017

Giveaway - Gadis Penenun Mimpi dan Pria yang Melipat Kertas Terbang

Judul: Gadis Penenun Mimpi dan Pria yang Melipat Kertas Terbang
Penulis: Gina Gabrielle
Tahun Terbit: Coming soon on Gramedia Store
Halaman: 228
ISBN: 9786027443433

 
Alkisah, hiduplah seorang laki-laki berambut sewarna madu dan pandai memainkan ukulele. Ia berkelana ke sana kemari, merasa bebas dan bahagia. Hingga pada suatu hari, ia bertemu dengan seorang gadis. Gadis yang datang kepadanya, menawarkan diri untuk merawat Hatinya hingga sembuh. Benarkah?

Laki-laki itu mempercayakan Hati miliknya pada sang gadis. Namun, kenyataannya si gadis bukan menyembuhkan hatinya. Gadis itu malah menikamn Hatinya dan membuangnya begitu saja pada kolam hitam pekat. Lalu menghilang, membiarkan sang laki-laki dan Hatinya yang kini terluka.

Dengan Hati penuh luka, sang laki-laki berjalan hingga sampai pada sebuah tempat bernama Lembah Es. Sebuah tempat yang dingin, beku, dan dipenuhi oleh anak-anak tembus pandang, juga para lelaki dan perempuan sambil memeluk sebuah Hati.

Konon katanya tempat itu tempat itu bisa mengistirahatkan dan menyejukkan Hati yang luka. Namun, sang laki-laki tak mau sekadar istirahat atau sembuh. Ia ingin Hatinya beku dan tidak merasakan apa-apa lagi. Ia tak ingin terluka lagi. 

Maka di Lembah Es itu, ia memutuskan untuk membekukan Hatinya. Meski ia sangat tahu bahwa Hati hanya punya satu keinginan, yaitu untuk bebas merasa, bukan beku. Oleh karena itu, sebelum Hatinya beku sepenuhnya, ia berbisik lirih, “Seandainya saja ada yang bisa menyembuhkan Hatiku.”

Lalu, Hati itu beku seluruhnya.


Review

Sejak pertama kali saya membaca buah pena Kak Gina Gabrielle ini, saya dibuat berdecak kagum. Ckckck… di tengah derasnya novel-novel fiksi terbaru dengan berbagai tema dan genre, rasanya sulit menemukan sebuah kisah fiksi dengan gaya bercerita seperti dongeng. Kisah Gadis Penenun Mimpi dan Pria yang Melipat Kertas Terbang mengingatkan saya dengan novel Stardust karya Neil Gaiman. Dongeng, tapi untuk dewasa. (Tapi tenang, dewasa di sini maksudnya bukan ke arah konotasi negatif, ya)

Yang paling menarik dan mengambil hati saya dari novel Gadis Penenun Mimpi dan Pria yang Melipat Kertas Terbang ini adalah kisah disajikan dengan bahasa yang indah dan model narasi seperti seseorang sedang mendongeng. Saya juga menyukai cara penulis mendeskripsikan sesuatu. Benar-benar ala dongeng dan indah. Contohnya:

“Jika kau melihat dengan seksama, akan tampak bahwa memar langit semakin meluas. Nyata sekali terlihat, terutama di perbatasan antara siang dan malam.

Memar-memar baru dan lama tumpang tindih. Rona-rona biru tua berbaur dengan pulasan ungu kemerahan dan semburat-semburat kuning yang akhirnya tersamar oleh cahaya emas kusam, cahaya terakhir sebelum gelap mengambil alih.”

Selain itu, penulis juga sering menyelipkan semacam puisi, sajak, atau prosa untuk menguatkan alur cerita. Ada puisi yang diselipkan di tengah cerita, ada juga yang berdiri sendiri. Biasanya berada setelah akhir sebuah bab, seperti prosa ini:

“Ada sebuah legenda yang membuatku penasaran.

Konon katanya, pada suatu tidur, kau bisa sampai ke tempat yang disebut Ujung Pelangi. Di sana ada seorang gadis dengan wajah tertutup cadar yang akan menenunkan Mimpi untukmu.

Jika benar-benar ada yang bisa menenun Mimpi, aku ingin menemuinya. Sudah lama sejak terakhir aku melihat Mimpi.

Tapi sepertinya itu hanyalah kabar angin belaka. Bagaimana mungkin Mimpi bisa ditenun?”

(Dikutip dengan izin dari catatan harian Anggra sang Pemikir. Diambil dari Koleksi Pribadi milik Kastil Masa Lalu.)


Penyelipan puisi atau sajak ini mengingatkan saya dengan trilogi Lord of The Rings karya JRR Tolkien yang juga menyelipkan puisi di tengah-tengah kisahnya.

Saya juga menyukai cara penulis memakai huruf kapital pada beberapa kata khusus, seperti Mimpi dan Hati. Ini menunjukkan kalau di kisah ini, Mimpi dan Hati yang dimaksud adalah sebuah hal istimewa, penting, dan berbeda dengan hati dan mimpi di tempat-tempat lainnya.

Nama-nama tempat dan tokoh di kisah ini juga unik. Ada Lembah Es, Ujung Pelangi, Kerajaan Masa Kini, Kastil Masa Lalu, Liang Hati yang Terdalam, dan Hutan Kabut. Nama tokohnya pun tak kalah unik, seperti Kura-Kura Pengelana, Putri Boneka, Kol. Ibri, Pangeran Landak, Raja Tikus, dan yang paling unik menurut saya, Noorannee. Ada satu tokoh yang namanya agak berbeda menurut saya, dan saya belum bisa menebak mengapa penulis memakai nama itu, di saat tokoh lainnya memiliki nama dengan gaya yang khas, yakni tokoh Anggra.

Terakhir, Gadis Penenun Mimpi dan Pria yang Melipat Kertas Terbang adalah sebuah kisah perumpamaan. Perumpamaan tentang Hati, tentang Mimpi, tentang perjalanan Hidup manusia yang disajikan dengan indah melalui dongeng petualangan. 

Ada banyak pesan yang disampaikan penulis dalam dongeng ini. Namun, ada satu pesan yang paling saya suka dan paling mengena di hati saya.

“Dalam setiap keputusan yang diambil, ada takdir yang dibentuk. Dan mungkin, hanya mungkin, di saat kita melupakan masalah kita sendiri dan menolong orang lain yang mengalami kesusahan, sebenarnya kita juga tengah menolong diri kita sendiri.

Biar bagaimanapun juga, di dunia ini ada hukum-hukum yang cara kerjanya kurang bisa dipahami oleh akal pikiran. Apakah kau percaya?”

Sedikit kekurangan dari buku ini adalah adanya kesalahan eja pada beberapa kata. Yang paling sering saya temui adalah kata hembusan. Yang betul adalah embusan. Begitu juga dengan penggunaan kata seksama, yang benar adalah saksama.

Gadis Penenun Mimpi dan Pria yang Melipat Kertas Terbang adalah buku pertama yang saya baca, dari penulis Indonesia dengan gaya dongeng dan ditulis dengan indah dan penuh makna. Semoga Kak Gina Gabrielle tidak bosan menulis kisah-kisah indah lainnya, ya.

Sangat bagus dibaca untuk para pecinta dongeng. Bagus juga dicoba oleh yang tidak terlalu tertarik atau bahkan tidak suka dongeng. Siapa tahu kisah ini membuatmu berpikir lain tentang kisah dongeng. Iya, kan?


Giveaway


Ada satu eksemplar novel gadis Penenun Mimpi dan Pria yang melipat Kertas Terbang yang akan dikirim kepada satu pemenang giveaway #AskAuthor di blog Red Blue Story dan Perpustakaan Ratih Cahaya.

Giveaway ini berlangsung dari tanggal 14-20 Januari 2017. Untuk mengikuti giveaway ini, peserta harus mengajukan pertanyaan kepada penulis (Kak Gina Gabrielle) yang ditulis di kolom komentar. Pertanyaan diajukan maksimal sampai tanggal 18 Januari 2017. Setelah itu, pertanyaan akan diajukan langsung kepada Kak Gina oleh saya dan Tya lewat Twitter pada tanggal 19-20 Januari 2017.

Syarat mengikuti giveaway ini:

  1. Follow Twitter @msginagabrielle @ICCPublisher @p_ambangsari dan @ratiihcahaya
  2. Follow blog Perpustakaan Ratih Cahaya via GFC
  3. Share info giveaway ini di Twitter dengan mention akun @ratiihcahaya @msginagabrielle @ICCPublisher dan cantumkan hashtag #GadisPenenunMimpi
  4. Kunjungi pula blog Tya supaya kesempatan menang lebih banyak
  5. Format penulisan di komentar:
Nama:
Link Share:
Pertanyaan untuk Kak Gina:

Semoga syaratnya mudah dan dapat dimengerti, ya. Selamat berpartisipasi! :)